Recent Posts

Thursday, 7 June 2012

0 comments

Perbedaan Istilah MultiProgramming, MultiProcessing, MultiTasking, dan TimeSharing

Multi-Programming

Multi-Programming adalah salah satu teknik penjadwalan dimana tugas (task) yang sedang berjalan sampai ia akan melakukan operasi yang membutuhkan waktu untuk menunggu respon dari luar (external event), misalnya membaca data dari disket/CD/dsb, atau sampai komputer memaksa untuk menukar tugas yang sedang berjalan dengan tugas lainnya. Sistem operasi yang menggunakan multi-program sebagai schedulernya bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan CPU.
Pada masa-masa awal dunia perkomputeran, CPU cukup mahal dan peripherals sangat lamban. Saat komputer menjalankan sebuah program yang membutuhkan akses peripheral, CPU harus menghentikan instruksi-instruksi program lainnya selama peripheral memperoses data. Hal ini dianggap sangat tidak efisien.
Usaha pertama untuk membuat sistem operasi berbasis multi-program dilakukan pada tahun 1960-an. Beberapa program yang berlainan didalam batch di-load ke memori komputer, dan program yang pertama akan dijalankan. Saat program tersebut mencapai instruksi untuk menunggu akses peripheral, konteks dari program ini disimpan, dan program berikutnya di memori mulai dijalankan. Proses ini berulang terus sampai semua program selesai dijalankan.
Multi-program tidak memberi garansi bahwa program-program akan berjalan bersamaan. Bisa saja program pertama yang dijalankan tidak membutuhkan akses peripheral sehingga program tersebut berjalan terus berjam-jam. Namun demikian multiprogramming cukup mengurangi waktu user untuk menunggu karena user tinggal memasukkan sederetan program ke komputer dan kembali beberapa jam kemudian untuk melihat hasilnya.
Primary Control Program (PCP) pada OS/360 versi awal menggunakan sistem multiprogramming seperti yang disebut barusan, namun kemudian diganti pada tahun berikutnya oleh MFT dengan sistem multi-Program yang membatasi waktu proses bagi CPU sebelum mengganti dengan proses lainnya.

Multi-Processing

Multiprocessing adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa inggris yang merujuk kepada kemampuan pemrosesan komputer yang dilakukan secara serentak. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan dua CPU atau lebih dalam sebuah sistem komputer. Istilah ini juga dapat merujuk kepada dukungan sebuah sistem untuk mendukung lebih dari satu processor dan mengalokasikan tugas kepada prosesor-prosesor tersebut.
Multiprocessing juga kadang merujuk kepada kemampuan eksekusi terhadap beberapa proses perangkat lunak dalam sebuah sistem secara serentak, jika dibandingkan dengan sebuah proses dalam satu waktu, meski istilah multiprogramming lebih sesuai untuk konsep ini.
Multiprocessing sering diimplementasikan dalam perangkat keras (dengan menggunakan beberapa CPU sekaligus), sementara multiprogramming sering digunakan dalam perangkat lunak. Sebuah sistem mungkin dapat memiliki dua kemampuan tersebut, salah satu diantaranya, atau tidak sama sekali.
A. Jenis-jenis multiprocessing
Multiprocessing dapat dibagi kedalam beberapa kelas, yakni :
  • Berdasarkan simetrinya, multiprocessing dapat dibagi kedalam :
- Asymmetric Multiprocessing (ASMP)
- Symmetric Multiprocessing (SMP)
- Non-uniform memory acces (NUMA) multiprocessing
- Clustering
  • Berdasarkan jumlah instruksi dan datanya, dapat dibagi ke dalam :
- SISD (Single Intruction on Single Data Stream)
- SIMD (Single Intruction on Multiple Data Stream)
- MISD(Multiple Instruction on Single Data Stream)
- MIMD (Multiple Instruction on Multiple Data Stream)
  • Berdasarkan kedekatan antar prosesor, dapat dibagi kedalam :
- Loosely coupled
- Thightly coupled
Multitasking

Multitasking adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa inggris yang mengacu kepada sebuah metode dimana banyak pekerjaan atau dikenal juga sebagai proses diolah dengan menggunakan sumber daya CPU yang sama. Dalam kasus sebuah komputer dengan prosesor tunggal, hanya satu instruksi yang dapat bekerja dalam satu waktu, berarti bahwa CPU tersebut secara aktif mengolah intruksi untuk satu pekerjaan tersebut. Multitasking memecahkan masalah ini dengan menjadwalkan pekerjaan mana yang dapat berjalan dalam satu waktu, dan kapan pekerjaan lain menunggu untuk diolah dapat dikerjakan. Kondisi mengalokasikan CPU pekerjaan satu ke pekerjaan yang lain disebut context switch. Ketika context switch terjadi dengan sangat cepat - kondisi ini cukup untuk memberikan ilusi pengolahan paralel. bahkan dalam komputer yang memiliki lebih dari satu CPU (disebut multi-prosesor), multitasking memperbolehkan lebih banyak pekerjaan dijalankan dibanding dengan jumlah CPU yang tersedia.
Sistem operasi komputer dapat juga mengadopsi berbagai macam strategi penjadwalan, yang secara garis besar dapat dikategorikan sebagai berikut :
  • Dalam multi-program, pekerjaan yang sedang diolah terus berjalan hingga membutuhkan suatu operasi yang memerlukan interaksi dari luar. Sistem multi-program didesain untuk memaksimalkan penggunaan CPU.
  • Dalam sistem time-sharing, pekerjaan yang sedang diolah diharuskan melepaskan kerja CPU, baik secara sukarela atau dari ninteraksi luar, seperti interupsi-perangkat-keras. Sistem Time-sharing didesain untuk memperbolehkan beberapa program seolah diproses secara bersamaan
  • Dalam sistem real-time, beberapa program yang sedang menunggu dijamin untuk mendapatkan pengolahan dari CPU ketika interaksi luar terjadi. Sistem real-time didesain untuk melakukan kontrol mekanik seperti robot-robot industri, yang memerlukan ketepatan pemrosesan.

Time Sharing

Time Sharing adalah inovasi yang memungkinkan komputer-komputer besar memproses banyak tugas secara simultan, dengan memberikan potongan waktu pada masing-masing tugas, dan beralih dari satu tugas ketugas lainnya dengan cepat.






= = SEMOGA BERMANFAAT = =

0 comments :

Best viewed on firefox 5+

Jumlah Pengunjung

Popular Posts

Project E.A.R - Marabahaya

Followers

Copyright © 2013 Design by Dadang Herdiana